Select Menu

clean-5

Wisata

Budaya

Kuliner

Kerajaan

kota

Suku

» » Seputar Isu Riwayat Kewafatan Nabi SAW Menyebut Perkataan Ummati

 Terlalu berlebihan mempermasalahkan kisah kewafatan Nabi yang mengucapkan ummati, ummati seandainya tidak ada riwayat sahihnya tentang ucapan ini ketika menjelang wafat beliau, maka sungguh kehidupan beliau mulai sejak diutus menjadi Rasul hingga akhir hidup bahkan kelak di hari kiamat, beliau sangat khawatir dan sangat memperdulikan umatnya.


Bukankah Allah sendiri telah mensifati Nabi Muhammad dengan Harishun ‘alaikum bil mukminiina Raoufun Rahiim ?? tidakkah kamu merenungi ucapan yang menggetarkan hati dan jiwa yang membaca ucapan itu ??


Simak dan renungi bersama kami firman Allah Ta’ala berikut ini :

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“ Sungguh telah datang padamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman “. (QS: at-Taubah : 128)


Ibnu Katsir mengomentari ayat ini :

وقوله: { عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ } أي: يعز عليه الشيء الذي يعنت أمته ويشق عليها، { حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ } أي: على
هدايتكم ووصول النفع الدنيوي والأخروي إليكم

“ Ucapan, {berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami}, Nabi begitu merasakan berat (susah) dengan kesusahan yang dialami umatnya. {dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu}, maksudnya sangat menginginkan kalian mendapat petunjuk dan mendapatkan manfaat di dunia maupun di akherat “.


Ayat ini sudah cukup menunjukkan bahwa Nabi begitu merasakan khawatir dan peduli dengan umatnya sepanjang hidupnya bahkan kelak ketika di hari perhitungan, Nabi pun berupaya keras menyelamatkan umatnya dari neraka. Untuk apa mereka mempermasalahkan riwayat  “ ummati, ummati “ ketika menjelang kewafatan beliau ? apa mereka tidak percaya bahwa Nabi begitu peduli dan khawatir atas umatnya ?? bukankah nasehat sholat-sholat di akhir usia beliau juga menunjukkan kepdulian beliau atas umatnya agar tidak meninggalkan sholat, supaya umatya bahagia dunia dan akherat ?? ayat di atas sudah cukup menjelaskan sifat mulia Nabi dan kekhawayiran Nabi atas umatnya sepanjang hidupnya.


Hadits :

أنه صلى الله عليه وسلم قال لجبريل عند موته " من لأمتي بعدي " فأوحى الله تعالى إلى جبريل أن بشر حبيبي إني لا أخذله في أمته ، وبشره بأنه أسرع الناس خروجا من الأرض إذا بعثوا ، وسيدهم إذا جمعوا وأن الجنة محرمة على الأمم حتى تدخلها أمته . فقال " الآن قرت عيني

“ Sesungguhnya Nabi bertanya kepada Jibril, “ Siapa yang memperhatikan umatku setlah wafatku ? “, maka Allah mewahyukan kepada Jibril untuk memberikan kabar gembira bahwa AKU (Allah) tidak akan melalaikan umatnya, dan berikan kabar padanya bahwa ia (Nabi) adalah manusia pertama (paling cepat) keluarnya dari kuburan ketika hari pembangkitan, dan pemimpin mereka di hari perkumpulan, dan sesungguhnya surge haram atas umat-umat lainnya sebelum umat Nabi memasukinya terlebih dahulu “, maka Nabi berkata, “ Sekarang aku sudah tenang “. (HR. Ath-Thabrani)


Hadits ini memang sanadnya dhaif, namun hadits dhaif bukanlah hadits maudhu’ yang harus dibuang. Karena ada kecacatan perowinya yang tidak terlalu parah. Hadits ini pun boleh diamalkan dalam bab manaqib (kisah-kisah) sesuai pendapat jumhur ulama ahli hadits.


Dan tak ada satupun ulama ahli hadits terdahulu yang menghukumi hadits ini maudhu’. Oleh sebab itu al-Hafidz al-Iraqi menghukumi sanad ini dhoif.[1]


Hadits di atas pun memiliki banyak syawahidnya diantaranya hadits :

إن الجنة حرمت على الأنبياء كلهم حتى أدخلها، وحرمت على الأمم حتى تدخلها أمتي

Hadits ini diriwayatkan Ibnu Adi di Kamil : 5/209 dan Ibnu Abi Hatim di al-'ilal : 2167. Hadits ini dihukumi gharib oleh ad-Daraquthni, sedangkan Albani menghukuminya hadits mungkar.[2] Juga hadits berikut ini :

أنا أول الناس خروجاً إذا بعثوا، وأنا خطيبهم إذا أنصتوا، وقائدهم إذا وفدوا، وشافعهم إذا حبسوا، وأنا مبشرهم إذا يئسوا، لواء الحمد بيدي، ومفاتح الجنة يومئذ بيدي، وأنا أكرم ولد آدم يومئذ على ربي ولا فخر, يطوف علي ألف خادم كأنهم اللؤلؤ المكنون

Hadits ini diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi no. 3610, beliau mengatakan :  Ini Hadits Hasan Gharib.[3]


Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwasanya sayyidina Ali berkata :

ان رسول الله صلى الله عليه وسلم في آخر نفسه حرك شفتيه مرتين فالقيت سمعي يقول خفية امتي امتي فقبض
رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم الاثتثن من شهر ربيع الاول

“ sesunggunya Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam di akhir hidupnya menggerakkan kedua bibirnya dua kali, lalu aku mendekatkan telingaku dan aku mendengar Nabi mengucapkan “ Ummatku, ummatku “ secara pelan, lalu wafatlah Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam di hari senin bulan Rabi’ul Awwal “.[4]


Dalam hadits sahih disebutkan bahwa ketika Nabi selesai membaca surat Ibrahim ayat 36 dan surat al-Maidah ayat 118, maka Nabi mengangkat kedua tangannya dn mengucapkan :


اللهم أمَّتِي أمّتِي، وبكى فقال الله -عز وجل-: "يا جبريل، اذهب إلى محمد -وربك أعلم- فَسَلْه: ما يبكيك؟"، فأتاه جبريل فسأله، فأخبره رسول الله -صلى الله عليه وسلم- بما قال-وهو أعلم- فقال الله: "يا جبريل، اذهب إلى محمد فقل: إنا سنرضيك في أمتك ولا نسوءك

“ Ya Allah, umatku, umatku..dan Nabi menangis. Maka Allah berkata, “ Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad – Dan Tuhanmu Maha Mengetahui – dan tanyakan padanya apa yang menyebabkannya menangis ? maka Jibril mendatanginya dan menanyakannya, maka Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan apa yang telah diceritakan, maka Allah menjawab : “ Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad dan katakanlah, “ Sesungguhnya Kami akan meridhai umatmu, dan tidak akan berbuat buruk pada umatmu “. (HR. Muslim)


Perhatikan hadits sahih ini, sangat menunjukkan bahwa Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam begitu cinta dan perhatiannya kepada umatnya, beliau tidak rela umatnya celaka di dunia maupun di akherat kelak. Beliau menyebut “ ummati “ dua kali. Renungi, dan resapi seruan dan doa Nabi tersebut dalam diri kita, bayangkan beliau menyebut nama kita dua kali….tidakkah engkau merasakan seruan lisan mulia Nabi yang berdoa dan memohon kepada Allah agar kita sebagai umatnya diselamatkan dari neraka Allah ?? sungguh kami khawatir mereka yang mempermasalahkan riwayat “ ummati, ummati “ menjelang kewafatan Nabi, dicabut rasa cinta dan rindunya kepada Nabi, Allahumma nas’alukal ‘afwa wal ‘afiyah…


Ditulis Oleh: ustazah Shofiyyah An-Nuuriyah



[1] Takhrij Ahadits al-ihya, al-Iraqi, bisa lihat di sini : http://www.islamport.com/b/3/alhadeeth/takhreej/
[2] As-Silsilah adh-Dahifah, Albani : 5/354. No. 2329
[3] Hadil Arwah ila Biladil Afrah, Ibnul Qayyim : 1/77-78
[4] Hadits ini disebutkan oleh Syeikh ‘Uthman bin Hasan bin Ahmad as-Syakir al-Khubawi al-Hanafi (w. 1241H) dalam kitabnya Durrah an-Nashihin mukasurat 64, namun beliau tidak menyebutkan sanad periwayatnnya dan sumber asalnya. Setelah saya takhrij melalui lafaznya, awal matannya, Rowi a’lanya, maudhu’ (tema)-nya, dan shifatnya, dan semua metode takhrij telah saya lakukan, namun saya belom juga menemukannya. Maka saya tidak berani menghukuminya dhoif, maudhu’ atau pun sahih. Saya tawaqquf di sini.

About Asyaari Maturidi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply

Kerajaan