Select Menu

clean-5

Wisata

Budaya

Kuliner

Kerajaan

kota

Suku

» »Unlabelled » Pelurusan Kelapan: Catitan/Bantahan Terhadap Buku Menjawab 17 Fitnah Terhadap Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah


Pelurusan Kedelapan
فناء النار
Kebinasaan Neraka







Dalam hal ini Ibnu Taimiyyah  memiliki dua pandangan yang berseberangan satu sama lainnya. Demikiannya juga muridnya ; Ibnul Qayyim.


Para pentaqlid buta Ibnu Taimiyyah menutup mata dari realita fatwa Ibnu Taimiyyah yang mengatakan Neraka akan musnah (tidak abadi). Dan memilih pendapat sebaliknya dari Ibnu Taimiyyah pula, lalu menuduh fitnah kepada orang yang mengatakan Ibnu Taimiyyah meyakini musnahnya neraka.


Jawaban :


Benarkah Ibnu Taimiyyah tidak berpendapat neraka akan musnah ? atau benarkah Ibnu Taimiyyah hanya berfatwa neraka abadi (tidak musnah)?


Suatu kepercayaan kuat dan akurat dalam sejarah jika yang berbicara adalah orang-orang yang hidup sezaman dan melihat, menyaksikan serta mendengar langsung kepada tokoh-tokoh dalam sejarah tersebut, daripada kesaksian orang-orang setelahnya yang tidak hidup sezaman dan tidak menyaksikannya.


Pendapat Ibnu Taimiyyah yang mengatakan Neraka akan musnah, memang benar adanya dan inilah yang dikuatkan oleh Ibnu Taimiyyah terlebih oleh muridnya yang bernama Ibnul Qayyim. Pendapat musnahnya neraka dari Ibnu Taimiyyah telah disaksikan oleh ulama yang sezamannya di antaranya al-Imam Subuki hingga beliau mengarang kitab bantahannya dengan judul al-I’tibar bi Baqoil Jannah wan Naar dalam membantah argumentasi yang dilontarkan Ibnu Taimiyyah tentang kemusnahan neraka. Dan setelah itu muncul syaikh Muhammad bin Ismail ash-Shan’aani yang hidup lebih dekat kurunya dengan Ibnu Taimiyyah menulis bantahan dengan kitabnya Raf’ul Astaar fii Ibthali adillatil qaailiin bi fanaain Naar bahkan Albani pun telah mentahqiq kitab ash-Shan’ani itu dan turut mendukung serta menguatkan argumentasi yang dipaparkan ash-Shan’ani. Dan bahkan Albani ikut memberikan komentar dan kritikan keras kepada Ibnu Taimiyyah atas pendapatnya neraka akan musnah. Dalam muqaddimahnya Albani berkata :

فدرستها دراسة دقيقة واعية لأن مؤلفها الإمام الصنعاني رحمه الله تعالى رد فيها على شيخ الإسلام ابن تيمية وتلميذه ابن القيم ميلهما إلى القول بفناء النار بأسلوب علمي رصين دقيق

“ Aku telah mentela’ah dan mempelajarinya secara mendalam dan seksama, kerana sipenulisnya; imam ash-Shan’ani Rh telah membantah syaikh Ibnu Taimiyyah dan muridnya dari kecondongannya pada pendapat musnahnya neraka dengan metode yang ilmiyyah dan mendalam “.[1]


Albani telah menegaskan bahwa Ibnu Taimiyyah dan muridnya condong terhadap pendapat musnahnya neraka yang juga memperkuat argumentasi syaikh ash-Shan’ani. Mungkinkah Albani dan syaikh ash-Shan’ani yang dinilai tsiqah oleh wahhabi itu berdusta?


Lebih lanjut Albani mengatakan :

قلت : ففي الحديث دلالة قاطعة على بطلان دعوى فناء النار لأنه جعلها كالجنة من حيث خلود أهلها فيما هم فيه من العذاب إلى الأبد فكما أن الجنة لا تفنى أبدا فكذلك النار لا تفنى أبدا وكل ذلك واضح بين إن شاء الله تعالى
بعد هذا أعود فأقول : عن ما تقدم من الآيات والأحاديث صريحة في الدلالة على بطلان القول بفناء النار فكيف 
ذهب إليه شيخ الإسلام ابن تيمية وانتصر له تلميذه ابن قيم الجوزية ؟

“ Aku katakan : “ Dalam hadits ini menunjukkan dalil yang pasti bathilnya pendapat musnahnya neraka, karena (hadits) itu menyamakan dengan seperti surga dari kekalnya penghuninya dari adzab yang mereka rasakan selamanya, demikian juga neraka tidak akan musnah selamanya. Semua itu cukup jelas insya Allah. Setelah ini aku akan mengulangi, maka aku katakan : “ Ayat-ayat dan hadits-hadits yang telah berlalu itu telah sangat jelas menunjukkan bathilnya pendapat musnahnya neraka, maka bagaimana bisa Ibnu Taimiyyah berpendapat seperti itu, dan didukung pula oleh muridnya Ibnul Qayyim ? “ [2]


Dalam komentar Albani ini, cukup jelas menyatakan bahwa Ibnu Taimiyyah lebih condong berpendapat akan musnahnya neraka, bahkan muridnya yaitu Ibnul Qayyim menguatkan pendapat gurunya tersebut...maka tidak salah jika ada orang mengatakan bahwa Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim berpendapat musnahnya neraka (tidak kekalnya neraka) kerana itu fakta dan realita.






[1] Raf’ul Astar fii Ibthali adillatil qaailiin bi fanaain Naar : 7
[2] Raf’ul Astar fii Ibthali adillatil qaailiin bi fanaain Naar : 21

About Asyaari Maturidi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply

Kerajaan